Mengapa kita harus mencuci tangan? Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi kebiasaan mencuci tangan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Tangan menyentuh banyak benda sepanjang hari, mulai dari gagang pintu, ponsel, meja, uang, hingga berbagai permukaan yang juga disentuh orang lain.
Tanpa sadar, tangan dapat membawa kuman dari satu permukaan ke permukaan lain. Ketika seseorang menyentuh wajah, makanan, hidung, mulut, atau mata dengan tangan yang belum bersih, kuman tersebut bisa masuk ke tubuh.
Karena itu, mencuci tangan bukan sekadar kebiasaan menjaga kebersihan. Kebiasaan ini menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu memutus penyebaran kuman.
Tangan Bisa Menjadi Jalur Perpindahan Kuman
Kuman seperti bakteri dan virus dapat berpindah melalui berbagai jalur. Salah satunya melalui tangan.
Bayangkan seseorang memegang gagang pintu setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Setelah itu, ia menggunakan ponsel, mengambil makanan, lalu menyentuh wajah. Dalam rangkaian tersebut, tangan dapat memindahkan kuman dari satu benda ke benda lainnya.
Kita memang tidak selalu bisa melihat kuman. Namun, bukan berarti permukaan yang terlihat bersih bebas dari mikroorganisme.
Itulah sebabnya kebersihan tangan menjadi bagian penting dalam pencegahan penyakit menular.
Mengapa Sabun Penting Saat Mencuci Tangan?
Air saja dapat membantu membilas sebagian kotoran, tetapi sabun membuat proses membersihkan tangan menjadi lebih efektif.
Sabun membantu mengangkat kotoran, minyak, dan mikroorganisme dari permukaan kulit. Setelah itu, air mengalir membantu membilasnya dari tangan.
Karena itu, jangan hanya membasahi tangan sebentar. Gunakan sabun dan gosok seluruh permukaan tangan sebelum membilasnya.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan hanya membilas tangan dengan air.
Bagian Tangan Mana yang Sering Terlewat?
Saat mencuci tangan, banyak orang hanya menggosok telapak tangan. Padahal, seluruh permukaan tangan perlu mendapat perhatian.
Jangan lupa membersihkan bagian berikut:
- telapak tangan;
- punggung tangan;
- sela-sela jari;
- ujung jari;
- bagian bawah kuku;
- ibu jari;
- pergelangan tangan.
Sela-sela jari dan area sekitar kuku sering luput karena ukurannya kecil. Oleh sebab itu, lakukan gerakan menggosok secara menyeluruh agar tidak ada bagian yang terlewat.
Kapan Kita Perlu Mencuci Tangan?
Mencuci tangan tidak hanya perlu dilakukan ketika tangan terlihat kotor. Ada beberapa aktivitas yang membuat kebersihan tangan menjadi lebih penting.
Misalnya, biasakan mencuci tangan sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan. Selain itu, cuci tangan setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, setelah membuang sampah, serta setelah menyentuh benda atau permukaan yang kotor.
Kebiasaan mencuci tangan juga penting setelah merawat orang yang sedang sakit dan setelah menyentuh hewan atau kotorannya.
Dengan membangun kebiasaan tersebut, kita dapat mengurangi peluang memindahkan kuman ke makanan, benda, atau bagian tubuh lainnya.
Bagaimana Cara Mencuci Tangan yang Benar?
Mencuci tangan membutuhkan beberapa langkah sederhana. Pertama, basahi tangan menggunakan air mengalir. Kemudian, gunakan sabun secukupnya.
Selanjutnya, gosok kedua telapak tangan. Setelah itu, bersihkan punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, ibu jari, dan area sekitar kuku.
Lakukan proses menggosok selama setidaknya 20 detik. Setelah seluruh bagian tangan terkena sabun, bilas dengan air mengalir hingga bersih.
Terakhir, keringkan tangan menggunakan cara yang bersih.
Yang paling penting, jangan terburu-buru. Durasi dan pemerataan gosokan membantu memastikan seluruh permukaan tangan mendapat pembersihan yang cukup.
Apa yang Terjadi Jika Kita Jarang Mencuci Tangan?
Tangan yang jarang dibersihkan dapat membawa kuman lebih lama. Ketika seseorang kemudian menyentuh wajah atau makanan, kuman dapat berpindah ke area tersebut.
Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan peluang penyebaran kuman kepada orang lain. Contohnya, seseorang menyentuh permukaan bersama setelah batuk atau bersin tanpa membersihkan tangan. Orang lain kemudian menyentuh permukaan yang sama dan tanpa sadar membawa kuman tersebut ke wajah.
Karena itu, mencuci tangan tidak hanya melindungi diri sendiri. Kebiasaan tersebut juga membantu menjaga orang-orang di sekitar.
Hand Sanitizer Bisa Menjadi Pilihan Saat Tidak Ada Air
Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin tidak menemukan tempat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pada situasi tersebut, pembersih tangan berbahan alkohol dapat menjadi pilihan praktis.
Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan benar. Oleskan produk secukupnya hingga seluruh permukaan tangan terkena, kemudian gosok tangan sampai kering.
Meski praktis, pembersih tangan bukan selalu pengganti cuci tangan. Jika tangan terlihat sangat kotor atau berminyak, mencuci tangan dengan sabun dan air tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.
Kebiasaan Kecil Bisa Membantu Memutus Penyebaran Kuman
Mencuci tangan memang terlihat seperti aktivitas sederhana. Namun, kebiasaan tersebut memiliki tujuan yang jelas, yaitu mengurangi jumlah kuman yang menempel di tangan dan mencegah perpindahannya ke tubuh maupun lingkungan sekitar.
Selain mencuci tangan, kita juga perlu menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih. Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin serta menjaga kebersihan benda yang sering disentuh juga dapat membantu menjaga kesehatan.
Pada akhirnya, memahami mengapa kita harus mencuci tangan membuat kebiasaan tersebut terasa lebih bermakna. Kita tidak sekadar mencuci tangan karena aturan kebersihan, tetapi memahami bahwa tindakan sederhana itu dapat membantu mengurangi penyebaran kuman dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Dampak Negatif Polusi Udara terhadap Kesehatan Paru-paru
