Mesin mobil menghasilkan getaran setiap kali pengemudi menyalakan kendaraan. Namun, pengemudi biasanya tidak merasakan getaran tersebut secara berlebihan karena mobil memiliki komponen khusus bernama engine mounting. Komponen ini berfungsi menopang mesin sekaligus meredam getaran agar tidak menyebar ke seluruh bodi kendaraan.
Ketika engine mounting mulai rusak, getaran mesin bisa terasa hingga ke setir, lantai, dan kabin. Bahkan, pengemudi mungkin mendengar suara benturan saat menginjak pedal gas atau melewati jalan yang tidak rata.
Masalah ini sering muncul pada mobil yang sudah menempuh jarak cukup jauh. Oleh karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami cara kerja engine mounting, tanda kerusakan, serta dampaknya terhadap komponen mesin lainnya.
1. Apa Itu Engine Mounting pada Mobil?
Engine mounting merupakan komponen yang menghubungkan mesin dengan rangka atau sasis kendaraan. Komponen ini menjaga posisi mesin agar tetap stabil selama mobil beroperasi.
Sebagian besar engine mounting menggunakan kombinasi logam dan karet khusus. Bagian logam berfungsi menopang beban mesin, sedangkan bagian karet menyerap getaran dari proses pembakaran.
Beberapa mobil modern juga menggunakan hydraulic engine mounting yang memanfaatkan cairan khusus untuk meredam getaran secara lebih optimal.
Tanpa komponen ini, getaran mesin akan lebih mudah merambat ke bagian kabin. Akibatnya, kenyamanan berkendara bisa menurun meskipun mesin masih bekerja secara normal.
2. Bagaimana Engine Mounting Meredam Getaran Mesin?
Mesin menghasilkan getaran akibat gerakan piston, putaran poros engkol, serta proses pembakaran bahan bakar. Seluruh aktivitas tersebut menciptakan gaya yang terus berubah selama mesin bekerja.
Engine mounting membantu mengisolasi getaran tersebut agar tidak langsung mencapai rangka kendaraan.
Saat mesin bergetar, bagian karet pada engine mounting mengalami perubahan bentuk untuk menyerap energi getaran. Setelah itu, material tersebut membantu mengurangi perpindahan getaran menuju sasis.
Pada tipe hydraulic, cairan di dalam komponen ikut bergerak melalui ruang khusus untuk mengendalikan getaran. Teknologi ini membantu memberikan kenyamanan lebih baik, terutama saat mesin bekerja pada putaran rendah.
3. Tanda-Tanda Engine Mounting Mulai Rusak
Kerusakan engine mounting biasanya menunjukkan beberapa gejala yang bisa pengemudi kenali sejak awal.
Getaran terasa saat mobil diam
Salah satu tanda paling umum muncul ketika mobil berada dalam posisi berhenti dengan mesin menyala. Getaran bisa terasa pada setir, pedal, atau jok meskipun putaran mesin terlihat stabil.
Muncul suara benturan dari ruang mesin
Engine mounting yang sudah kehilangan kemampuan menopang mesin dapat menimbulkan suara benturan. Suara ini sering muncul ketika pengemudi memindahkan posisi transmisi dari P ke D atau R pada mobil otomatis.
Mesin bergerak berlebihan
Engine mounting yang rusak tidak mampu menjaga posisi mesin secara optimal. Akibatnya, mesin dapat bergerak lebih jauh ketika pengemudi menginjak atau melepas pedal gas.
Getaran meningkat saat akselerasi
Ketika pengemudi menambah kecepatan, beban dan gaya gerak mesin ikut berubah. Dudukan mesin yang rusak dapat memperbesar getaran sehingga kabin terasa kurang nyaman.
4. Apa Penyebab Engine Mounting Cepat Rusak?
Ada beberapa faktor yang dapat mempercepat kerusakan komponen ini.
Pertama, usia pemakaian. Material karet dapat mengeras, retak, dan kehilangan elastisitas akibat paparan panas mesin serta perubahan suhu dalam jangka panjang.
Kedua, kebiasaan berkendara yang kasar. Akselerasi mendadak, pengereman keras, dan perpindahan gigi yang tidak halus dapat memberikan tekanan tambahan pada dudukan mesin.
Ketiga, kebocoran cairan pada hydraulic engine mounting. Jika cairan di dalamnya keluar, kemampuan komponen untuk meredam getaran akan menurun.
Selain itu, kebocoran oli mesin juga dapat mempercepat kerusakan karet. Paparan oli dalam waktu lama berpotensi membuat material karet mengalami penurunan kualitas.
5. Apakah Engine Mounting Rusak Bisa Merusak Komponen Lain?
Kerusakan engine mounting tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara. Kondisi ini juga dapat memberikan tekanan tambahan pada beberapa komponen di sekitar mesin.
Ketika dudukan tidak mampu menjaga posisi mesin, gerakan mesin bisa menarik atau menekan selang, kabel, dan sambungan tertentu. Dalam kondisi tertentu, gerakan berlebihan juga dapat mempercepat keausan komponen penghubung mesin dan transmisi.
Selain itu, benturan berulang dapat menimbulkan suara tidak normal dari ruang mesin. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak menunda pemeriksaan ketika muncul gejala kerusakan.
6. Berapa Lama Umur Pakai Engine Mounting?
Tidak semua kendaraan memiliki umur pakai engine mounting yang sama. Faktor seperti jenis kendaraan, kondisi jalan, kualitas komponen, dan kebiasaan mengemudi ikut memengaruhi ketahanannya.
Sebagian engine mounting mampu bertahan selama bertahun-tahun. Namun, mobil yang sering menghadapi kemacetan, jalan berlubang, atau perubahan beban mesin secara ekstrem mungkin membutuhkan penggantian lebih cepat.
Pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti jadwal pemeriksaan berkala dan meminta teknisi memeriksa kondisi karet serta dudukan logam. Jangan hanya mengandalkan angka kilometer karena kondisi setiap kendaraan berbeda.
7. Apakah Engine Mounting Harus Diganti Semua?
Jumlah engine mounting pada setiap mobil berbeda. Sebagian kendaraan menggunakan tiga dudukan, sedangkan model lain memiliki empat atau lebih.
Jika satu dudukan mengalami kerusakan, teknisi perlu memeriksa seluruh engine mounting lainnya. Dudukan yang masih bagus tidak selalu membutuhkan penggantian.
Namun, jika beberapa komponen sudah menunjukkan retakan atau penurunan kualitas, penggantian secara bersamaan bisa menjadi pilihan yang lebih efisien. Pemilik mobil sebaiknya mempertimbangkan rekomendasi teknisi berdasarkan hasil pemeriksaan.
Pentingnya Memeriksa Engine Mounting Secara Berkala
Engine mounting memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan mesin dan kenyamanan berkendara. Meskipun ukurannya tidak sebesar komponen mesin lainnya, kerusakan pada bagian ini dapat menimbulkan getaran, suara benturan, hingga tekanan tambahan pada komponen sekitar.
Pemilik mobil perlu memperhatikan perubahan getaran dan suara ketika mesin bekerja. Jika muncul gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan di bengkel agar teknisi dapat menemukan penyebabnya.
Dengan perawatan yang tepat, engine mounting dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan membantu menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang.
Baca juga: Kesalahan Kecil Saat Mengemudi yang Bisa Membuat Mobil Cepat Rusak
