oleh

LKD Fatayat NU Lebak: Mencetak Kader Militan dan Mandiri

PRESISINEWS.ID LEBAK – PC Fatayat NU Lebak menyelenggarakan Latihan Kader Dasar (LKD) di Zona 3 meliputi Kecamatan Malingping, Kecamatan Bayah, Kecamatan Cijaku, Kecamatan Cihara Kecamatan Cilograng dan Wanasalam bertempat di Yayasan Islam Nurul Hidayah Malingping pada 18-19 September 2021.

Ketua PC Fatayat Lebak Wilda Tusururoh mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka untuk memenuhi target penguatan kapasitas kader di semester pertama kepengurusan Fatayat NU Lebak periode 2021-2026.

“Sebagai diketahui, LKD sebelumnya dilaksanakan di Zona 1 yakni di Kalanganyar dan Zona 2 di Cipanas. Selanjutnya LKD ini akan berlanjut di Zona 4 di Cimarga,” ujar Wilda, Senin (20/9/2021).

Baca Juga: Oknum DPRD di Lebak Diduga KDRT, Direktur IPR : Harus Diproses Hukum

Wilda mengaku akan bertekad menuntaskan program kaderisasi tingkat dasar ini di semester pertama agar kader-kader Fatayat di tingkat PAC atau kecamatan bisa membentuk kepengurusan Pimpinan Ranting di 340 Desa dan 5 Kelurahan segera terwujud dan terealisasi.

“Kami ingin agar ke depan ibu-ibu muda dan kelompok perempuan di Kabupaten Lebak bisa bergerak bersama-sama dengan Fatayat NU untuk mewujudkan perempuan yang kuat, sehat dan memiliki kemandirian,” tambah mantan Ketua PC IPPNU Lebak dan Sekum PP IPPNU ini.

Baca Juga: Tokoh Pemuda Adat Suku Baduy Apresiasi Kepada Presiden Jokowi

Setelah kaderisasi dasar ini tuntas di 28 Kecamatan, selanjutnya kata Wilda segera diagendakan untuk menggelar program Latihan Kader Lanjutan bagi para pengurus cabang dan para Ketua PAC.

“Karena hanya dengan proses kaderisasi berkelanjutan seperti ini, para kader Fatayat akan memiliki kapasitas SDM sekaligus bisa memperkuat kapasitas kelembagaan Fatayat di setiap PAC dan Ranting,” tegas Wilda.

Baca Juga: Pengusaha Peduli NKRI Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

Wilda menuturkan ketika para kader Fatayat mempunyai militansi dan loyalitas terhadap organisasi, maka kapanpun dan dimanapun mereka berada bisa menjadi inisiator sekaligus penggerak bagi terciptanya kohesi sosial di tengah pandemi Covid-19 serta tersemainya nilai-nilai moderatisme untuk negera.

“Fatayat NU harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan dan hak-hak dasar perempuan, khususnya bagi kelompok perempuan marginal yang selama ini sulit mendapatkan akses sumber daya publik dan pelayanan kesehatan. Kader Fatayat harus hadir dan memberi solusi serta melakukan advokasi di tengah problem perempuan kontemporer saat ini, seperti sulitnya mendapat pelayanan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi,” pungkas Wilda.

(Mas/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *