oleh

Satpol PP Tangsel Nyatakan Pembangunan Cluster Bukit Nusa Indah Tidak Memiliki IMB

PRESISINEWS.ID TANGERANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel nyatakan pembangunan cluster atau perumahan di Bukit Nusa Indah oleh tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Berimbas pembangunan perumahan yang berlokasi di Jalan Pelikan, Serua, Ciputat, Tangsel ini juga membuat akses jalan warga ditembok setinggi 2 meter.

Baca Juga: Tiga Rumah di Tangsel Nyaris Tak Punya Akses Jalan Hingga Ditembok Pengembang

Menurut Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Al Fachry pada saat melakukan pengecekan lokasi, diakui oleh salah satu pekerja disana mengatakan tidak memiliki IMB.

“Pada saat kami melakukan pengecekan di lokasi tersebut memang mereka mengakui bahwa sedang dalam proses pengurusan IMB,” kata Muksin dihubungi Presisinews.id, Kamis (9/9/2021).

Lanjut Muksin, pembangunan tembok pun harus mempunyai IMB sesuai dengan peraturan Mendagri mengenai IMB.

“Tembok itu juga kan IMB,” ucapnya.

Baca Juga: Imam Masjid Di Cilegon Diserang Pemuda, Begini Kata Polisi

Bahkan, untuk memastikannya pihak Satpol PP Tangsel mempertanyakan status izin di lokasi tersebut dan ternyata tidak ada IMB yang dikeluarkan.

“Lalu kami lakukan pengecekan ke PTSP bahwa lokasi tersebut belum mengajukan IMB atau kalau belum ada intinya belum ada,” tegas Muksin.

Atas dasar itu, Satpol PP Tangsel akan memanggil pemilik atau pengembang terkait dokumen-dokumen dan perizinan yang sudah dimiliki.

“Nah, sehingga besok kita akan menyurati atau meminta keterangan secara resmi ke lokasi tersebut terkait dokumen-dokumen yang dimiliki dan perizinan yang sudah dimiliki oleh cluster yang ada di Jalan Pelikan, Kelurahan Serua Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Apabila pemilik tidak bisa menunjukan bukti kuat perihal izin, sanksi berupa penyegelan akan dilakukan oleh Satpol PP Tangsel.

“Jika memang tidak memiliki MB mereka tidak bisa menunjukkan bukti-buktinya, maka kluster tersebut akan kita lakukan penghentian proses pembangunan. Karena ini adalah dugaannya mendirikan bangunan belum memiliki IMB maka dapat kita kenai dugaan pelanggarannya adalah pasal 13 E Perda Nomor 6 tahun 2015 atas perubahan perda nomer 5 2013 tentang Bangunan Gedung, artinya bangunan yang belum memiliki IMB wajib memiliki IMB dan dapat kita lakukan penyegelan seperti itu,” papar Muksin.

Baca Juga: Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang Dugaan Terbaru Ada Tindak Pidananya

Perihal IMB pun, diakui Lurah Serua Cecep Iswadi, pihaknya tidak dilibatkan dalam proses pengajuan IMB.

“Dimana-mana bangun meskipun secara izin tidak dilibatkan Lurah mah, padahal harusnya dilibatin. Giliran masalahnya paling dulu,” tutur Cecep.

Sebelumnya diberitakan, tiga Kepala Keluarga (KK) nyaris tidak diberikan akses jalan dari imbas pembangunan cluster atau perumahan di Jalan Pelikan, Serua, Ciputat, Tangsel.

Bahkan, warga dimintai Rp 25 juta sebagai jaminan jika akses jalan mereka tidak ditembok.

(Ica/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *